UPAH PETUGAS KEBERSIHAN TPA KENDARI DINILAI RENDAH, SBKB ANCAM MOGOK KERJA

Uraiannews.id | Sulawesi Tenggara, Kendari – Serikat Buruh Keadilan Bersatu menyatakan sikap tegas terhadap kondisi upah petugas kebersihan di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Kota Kendari yang dinilai masih sangat rendah dan tidak sebanding dengan beban kerja. Bahkan, SBKB mengancam akan melakukan mogok kerja apabila tuntutan penyesuaian upah tidak dipenuhi dalam waktu dekat.

Berdasarkan hasil investigasi internal serta laporan anggota SBKB di lapangan, petugas kebersihan TPA Kendari saat ini disebut menerima upah rata-rata sebesar Rp1.800.000 hingga Rp2.000.000 per bulan. Nilai tersebut dinilai jauh di bawah Upah Minimum Kota (UMK) Kendari Tahun 2026 sebesar Rp3.516.070 serta belum memenuhi standar kebutuhan hidup layak.
Ketua SBKB, Ikbal Mbalakia, saat ditemui awak media menyampaikan bahwa rendahnya kesejahteraan petugas kebersihan menjadi salah satu faktor yang berdampak pada tata kelola kebersihan di Kota Kendari.
Menurutnya, kondisi tersebut turut memengaruhi capaian Kota Kendari dalam meraih penghargaan kebersihan, termasuk Adipura Kencana.

“Mereka bekerja mulai pagi hingga tengah malam, terpapar limbah berbahaya, bau menyengat, dan risiko penyakit. Namun upah yang diterima bahkan tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan makan maupun biaya pendidikan anak. Ini bentuk ketidakadilan yang harus segera diperhatikan,” ujar Ikbal.

Dalam tuntutan resminya, SBKB meminta kepada Pemerintah Kota Kendari dan pihak pengelola TPA untuk menaikkan upah petugas kebersihan minimal sesuai UMK Kendari Tahun 2026. Selain itu, mereka juga meminta pembayaran upah lembur bagi petugas yang bekerja melebihi delapan jam per hari.
SBKB memberikan tenggat waktu selama tujuh hari kerja kepada Pemerintah Kota Kendari untuk membuka ruang dialog bersama serikat buruh.

“Jika tidak ada itikad baik, maka kami akan menginstruksikan seluruh petugas kebersihan TPA Kendari untuk melakukan mogok kerja. Kami sudah cukup bersabar selama ini. Jangan salahkan buruh apabila nantinya sampah menumpuk di ruas-ruas jalan Kota Kendari,” tegasnya.
SBKB juga mengajak masyarakat Kota Kendari untuk mendukung perjuangan para petugas kebersihan. Menurut mereka, mogok kerja bukanlah tujuan utama, melainkan langkah terakhir agar aspirasi pekerja dapat didengar.
“Selama ini para petugas kebersihan berjibaku menjaga kota tetap bersih setiap hari, namun kesejahteraan mereka dinilai masih jauh dari kata layak,” demikian pernyataan SBKB.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari Pemerintah Kota Kendari terkait polemik tersebut.
𝙒𝙧𝙞𝙩𝙚𝙧_ 𝙎𝙖𝙧𝙬𝙖𝙣𝙩𝙤
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚_𝙏𝙞𝙚𝙢
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧_𝙎𝙞𝙧𝙖
𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗, 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞.
𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞:
𝙏𝙡𝙥. 0821 9604 8905
𝙈𝙞𝙩𝙧𝙖𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙪𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣𝙣𝙚𝙬𝙨@𝙜𝙢𝙖𝙞𝙡.𝙘𝙤𝙢
