BeritaDaerah

Ruas Kendari–Motaha Dikeluhkan Pengguna, PEKA Desak Penanganan Segera: Jangan Tunggu Korban

Uraiannews.id | Konsel, Sulawesi Tenggara – Kondisi ruas jalan penghubung Kendari–Motaha kembali menjadi sorotan setelah gelombang keluhan pengguna jalan disebut terus berdatangan dari berbagai kalangan masyarakat. Jalan yang menjadi akses penting penghubung aktivitas warga, distribusi hasil pertanian, hingga mobilitas ekonomi tersebut dinilai mengalami kerusakan di sejumlah titik dan membutuhkan perhatian serius pemerintah.


Berdasarkan informasi dan aduan yang dihimpun dari pengguna jalan, sejumlah titik di ruas Kendari–Motaha disebut mengalami kerusakan bervariasi, mulai dari permukaan jalan berlubang, badan jalan bergelombang, hingga genangan saat hujan yang disebut memperbesar risiko kecelakaan, khususnya bagi pengendara roda dua.

Sejumlah pengguna jalan mengaku harus ekstra hati-hati saat melintas, terutama pada malam hari akibat minimnya penerangan dan kondisi jalan yang dinilai tidak lagi optimal untuk menunjang keselamatan pengguna.

Menanggapi banyaknya keluhan tersebut, Ketua PEKA, Fianus Arung, angkat bicara. Ia menyebut laporan masyarakat terkait kondisi jalan Kendari–Motaha bukan lagi sekadar keluhan biasa, melainkan persoalan yang menyangkut keselamatan publik dan kelangsungan aktivitas ekonomi warga.


“Keluhan masyarakat ini sudah sangat banyak sampai ke telinga kami. Hampir setiap hari ada pengguna jalan yang mengeluhkan kondisi ruas Kendari–Motaha. Ini tidak boleh dianggap persoalan sepele, karena menyangkut keselamatan warga,” ujar Fianus Arung kepada media ini.

Menurutnya, kerusakan jalan tidak hanya berdampak pada kenyamanan berkendara, tetapi juga memberi efek domino terhadap biaya transportasi, distribusi barang, dan aktivitas masyarakat di wilayah yang menggantungkan akses mobilitas pada jalur tersebut.


“Kalau jalan rusak terus dibiarkan, masyarakat yang paling merasakan dampaknya. Kendaraan cepat rusak, risiko kecelakaan meningkat, distribusi hasil kebun dan kebutuhan pokok ikut terganggu. Ini bukan semata soal infrastruktur, tapi soal keberpihakan terhadap kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.

Fianus juga mempertanyakan pola penanganan jalan yang menurutnya sering kali baru mendapat perhatian ketika kerusakan telah parah atau setelah muncul insiden di lapangan.


“Kita berharap jangan menunggu viral dulu, jangan menunggu ada korban yang lebih besar atau sorotan publik yang masif baru bergerak. Pemerintah dan instansi terkait perlu hadir lebih cepat melakukan pemeliharaan berkala dan langkah konkret,” tegasnya.

PEKA, lanjut dia, mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi lapangan secara menyeluruh terhadap kondisi ruas Kendari–Motaha, termasuk memetakan titik-titik prioritas yang dianggap rawan membahayakan pengguna jalan.

Selain itu, ia meminta adanya transparansi kepada masyarakat mengenai status penanganan jalan tersebut, apakah masuk agenda pemeliharaan rutin, peningkatan kualitas jalan, atau terkendala pada aspek anggaran dan teknis.


“Kalau memang ada kendala, sampaikan secara terbuka kepada masyarakat. Jangan masyarakat dibiarkan bertanya-tanya sementara mereka setiap hari menghadapi risiko di jalan. Yang dibutuhkan sekarang adalah kepastian dan tindakan nyata,” pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari instansi teknis terkait mengenai jadwal pemeliharaan atau penanganan terhadap sejumlah titik kerusakan di ruas jalan Kendari–Motaha. Redaksi masih berupaya meminta konfirmasi guna memperoleh penjelasan berimbang sesuai prinsip keberimbangan informasi.

𝙍𝙚𝙥𝙤𝙧𝙩𝙚𝙧_ 𝙍𝙞𝙨𝙬𝙖𝙣
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚_ 𝙏𝙞𝙚𝙢
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧_ 𝙎𝙞𝙧𝙖

𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗, 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞.

𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞:
𝙏𝙡𝙥. 0821 9604 8905
𝙈𝙞𝙩𝙧𝙖𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙪𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣𝙣𝙚𝙬𝙨@𝙜𝙢𝙖𝙞𝙡.𝙘𝙤𝙢

Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *