Serikat Buruh Dukung Pembentukan TKBM Khusus Masyarakat Lokal Bungkutoko

Uraiannsws.id | Sulawesi Tenggara – Sejak terbangunnya Pelabuhan Bungkutoko dan Pelabuhan Peti Kemas Pelindo IV di Kelurahan Bungkutoko, muncul harapan besar bagi masyarakat lingkar pelabuhan, khususnya warga Bungkutoko, dalam hal pemberdayaan dan terbukanya lapangan pekerjaan.

Namun, sejak tahun 2016 hingga saat ini, harapan tersebut dinilai belum terealisasi secara optimal. Hal ini disebabkan oleh berbagai persoalan yang terjadi di Pelabuhan Bungkutoko, khususnya dualisme Tenaga Kerja Bongkar Muat (TKBM) yang tidak memberikan dampak positif bagi masyarakat lokal. Konflik internal yang berkepanjangan hingga kini masih terus bergulir.
Kondisi tersebut memicu gesekan serta konflik horizontal di tengah masyarakat, yang juga diperparah oleh kurangnya pemahaman tentang sistem TKBM. Akibatnya, hingga saat ini masih banyak masyarakat Bungkutoko yang belum mendapatkan pekerjaan dan berstatus sebagai pengangguran.

Menyikapi dinamika tersebut, tokoh masyarakat, pemerintah setempat (RT/RW), serta tokoh pemuda di Kelurahan Bungkutoko bersepakat untuk membentuk TKBM khusus bagi masyarakat lokal yang belum memiliki pekerjaan, dengan jumlah anggota sebanyak 145 orang. Seluruh anggota merupakan warga asli Bungkutoko dan berstatus pengangguran.

Sekretaris Jenderal Serikat Buruh Keadilan Bersatu (SBKB) yang juga menjabat sebagai Humas GERBANG KOTA, Muhammad Ilham, S.Pd., saat ditemui awak media menyampaikan dukungannya terhadap wacana tersebut. Ia juga menegaskan akan segera melakukan konsolidasi internal untuk menyiapkan langkah-langkah strategis dalam pembentukan TKBM khusus warga lokal.
“Kami menilai ini sebagai solusi atas tingginya angka pengangguran di Kelurahan Bungkutoko. Kami juga meminta kepada stakeholder terkait, serta pemerintah provinsi dan Kota Kendari, untuk mendukung langkah yang diambil oleh masyarakat Bungkutoko,” tegasnya.
Dalam waktu dekat, direncanakan akan dilaksanakan pertemuan antara pihak syahbandar, pemerintah setempat, serta sejumlah stakeholder terkait guna membahas lebih lanjut rencana tersebut.
Sementara itu, Ketua GERBANG KOTA, Ari Iriawan, dalam keterangannya menyampaikan bahwa pihaknya akan mengawal penuh wacana pembentukan TKBM tersebut demi mengakhiri konflik horizontal yang selama ini terjadi.

“Kami berharap tidak ada pihak mana pun yang mencoba mengintervensi rencana ini. Tujuannya jelas, demi kesejahteraan masyarakat lokal di lingkar Pelabuhan Bungkutoko, agar kami tidak hanya menjadi penonton di kampung sendiri,” tutupnya.
𝙒𝙧𝙞𝙩𝙚𝙧_ Ikbal Mbalakia
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚_𝙏𝙞𝙚𝙢
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧_𝙎𝙞𝙧𝙖
𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗, 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞.
𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞:
𝙏𝙡𝙥. 0821 9604 8905
0823-3797-6939
𝙈𝙞𝙩𝙧𝙖𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙪𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣𝙣𝙚𝙬𝙨@𝙜𝙢𝙖𝙞𝙡.𝙘𝙤𝙢
