Pergerakan Rakyat Sultra Soroti Dugaan Praktik Jual Beli Ijazah di Institut Agama Islam Rawa Aopa

Uraiannews.id | Sulawesi Tenggara – Lembaga Pergerakan Rakyat Sultra menggelar aksi unjuk rasa di kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara sebagai bentuk desakan kepada aparat penegak hukum agar segera mengusut dugaan praktik jual beli ijazah yang diduga melibatkan salah satu dewan pendiri Institut Agama Islam Rawa Aopa.
Dalam aksi tersebut, massa membawa sejumlah tuntutan agar pihak kejaksaan melakukan penyelidikan secara transparan dan profesional terhadap dugaan praktik yang dinilai mencederai dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara. Pergerakan Rakyat Sultra menilai, apabila dugaan tersebut terbukti benar, maka hal itu merupakan pelanggaran serius yang dapat merusak integritas lembaga pendidikan serta merugikan masyarakat.

Koordinator aksi menyampaikan bahwa pendidikan seharusnya menjadi ruang untuk mencetak sumber daya manusia yang berintegritas, bukan dijadikan sarana memperoleh keuntungan melalui praktik-praktik ilegal. Karena itu, mereka meminta aparat penegak hukum untuk tidak mengabaikan persoalan tersebut.

“Dugaan praktik jual beli ijazah ini tidak boleh dianggap sepele. Jika terbukti benar, maka hal tersebut merupakan bentuk penghancuran terhadap marwah pendidikan dan harus diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” ujar salah satu perwakilan massa aksi dalam orasinya.
Aksi demonstrasi yang berlangsung di halaman kantor Kejati Sultra berjalan tertib dan kondusif. Massa aksi diterima oleh perwakilan bidang hukum di lingkungan Kejati Sultra untuk menyampaikan aspirasi serta menyerahkan dokumen tuntutan.

Pihak Kejati Sultra disebut menerima aspirasi massa secara terbuka dan menyatakan akan menindaklanjuti laporan serta tuntutan yang disampaikan sesuai mekanisme hukum yang berlaku.
Selain itu, Pergerakan Rakyat Sultra juga menyatakan akan segera melayangkan laporan resmi ke Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara terkait dugaan praktik tersebut guna mendorong proses penegakan hukum berjalan secara menyeluruh dan transparan.
Selama aksi berlangsung, situasi terpantau aman tanpa adanya gesekan maupun insiden antara massa aksi dengan aparat keamanan dan pihak kepolisian yang melakukan pengawalan di lokasi kegiatan. Massa kemudian membubarkan diri secara tertib setelah penyampaian aspirasi selesai dilakukan.

Pergerakan Rakyat Sultra menegaskan akan terus mengawal persoalan tersebut demi tegaknya supremasi hukum, menjaga integritas dunia pendidikan tinggi, serta mempertahankan kepercayaan publik terhadap dunia pendidikan di Sulawesi Tenggara.
𝙒𝙧𝙞𝙩𝙚𝙧_ 𝘼𝙡𝙞𝙢
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚_𝙏𝙞𝙚𝙢
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧_𝙎𝙞𝙧𝙖
𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗, 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞.
𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞:
𝙏𝙡𝙥. 0821 9604 8905
𝙈𝙞𝙩𝙧𝙖𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙪𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣𝙣𝙚𝙬𝙨@𝙜𝙢𝙖𝙞𝙡.𝙘𝙤𝙢
