OKNUM BIDAN PUSKESMAS LAMEURU DIDUGA BERSIKAP AROGAN TERHADAP KELUARGA PASIEN

Uraiannews.id | Konawe Selatan, Sulawesi Tenggara – Pelayanan kesehatan di Puskesmas Lameuru kembali menjadi sorotan masyarakat setelah muncul dugaan tindakan kurang etis yang dilakukan oleh salah seorang oknum bidan terhadap keluarga pasien, Rabu (20/5/2026).

Peristiwa tersebut menambah keluhan masyarakat terkait pelayanan di Puskesmas Lameuru. Sejumlah warga menilai sebelumnya juga pernah terjadi persoalan terkait pelayanan maupun komunikasi petugas kesehatan kepada masyarakat.
Berdasarkan keterangan keluarga pasien, insiden bermula saat seorang warga berinisial IK datang membawa anaknya yang mengalami demam tinggi untuk mendapatkan pelayanan kesehatan di Puskesmas Lameuru sekitar pukul 13.20 WITA. Namun, saat tiba di lokasi, pelayanan poli disebut telah ditutup.
Merasa khawatir dengan kondisi anaknya, IK kemudian mempertanyakan jam pelayanan kepada salah satu bidan yang sedang bertugas. Namun, menurut pengakuan pihak keluarga, respons yang diterima dinilai kurang baik sehingga memicu adu argumen di area pelayanan puskesmas.

“Kami datang untuk mencari pertolongan karena anak saya sedang demam tinggi, tetapi yang kami dapatkan justru perlakuan yang kurang baik dari petugas. Seharusnya tenaga kesehatan memberi rasa aman, bukan membuat kami merasa tidak nyaman,” ujar IK.

Masyarakat berharap pihak Puskesmas Lameuru dapat melakukan evaluasi terhadap kualitas pelayanan kepada pasien. Sikap pelayanan yang dinilai kurang humanis dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan masyarakat terhadap fasilitas kesehatan.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Puskesmas Lameuru, Wiwin, menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga pasien serta masyarakat Kecamatan Ranomeeto pada umumnya. Ia memastikan pihaknya akan menindaklanjuti laporan tersebut sesuai prosedur internal.
“Kami tidak mentolerir tindakan yang merugikan masyarakat. Hari ini yang bersangkutan akan dipanggil untuk dimintai keterangan. Jika terbukti melakukan pelanggaran, sanksi sesuai aturan kepegawaian akan diterapkan,” ujarnya.

Masyarakat juga berharap Dinas Kesehatan Kabupaten Konawe Selatan dapat meningkatkan pembinaan dan pengawasan terhadap pelayanan di fasilitas kesehatan agar kejadian serupa tidak terulang.
Pelayanan kesehatan merupakan hak dasar masyarakat yang harus diberikan secara profesional, humanis, dan tanpa diskriminasi.
𝙍𝙚𝙥𝙤𝙧𝙩𝙚𝙧_ 𝙄𝙠𝙗𝙖𝙡 𝙈𝙗𝙖𝙡𝙖𝙠𝙞𝙖
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚_𝙏𝙞𝙚𝙢
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧_𝙎𝙞𝙧𝙖
𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗, 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞.
𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞:
𝙏𝙡𝙥. 0821 9604 8905
𝙈𝙞𝙩𝙧𝙖𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙪𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣𝙣𝙚𝙬𝙨@𝙜𝙢𝙖𝙞𝙡.𝙘𝙤𝙢
