Bak Sampah Swadaya Warga di Wowawanggu Dibongkar, Masyarakat Protes: Layanan Angkut Sampah Dinilai Belum Maksimal

Uraiannews.id | Kendari, Sulawesi Tenggara – Pembongkaran bak sampah milik swadaya warga di RT 04 RW 02, Kelurahan Wowawanggu, Kecamatan Kadia, Kota Kendari, menuai protes dari masyarakat setempat. Warga menilai fasilitas penampungan sampah tersebut masih sangat dibutuhkan, terlebih sistem pengangkutan sampah dari rumah ke rumah dinilai belum berjalan maksimal.

Bak sampah yang selama ini digunakan warga diketahui dibangun secara swadaya menggunakan dana pribadi masyarakat lingkungan setempat. Warga menilai pembongkaran dilakukan terlalu dini tanpa mempertimbangkan kondisi pelayanan persampahan di lapangan.
Ketua RT 04, Abdul Syukur, saat ditemui di kediamannya pada Jumat (5/6/2026), mengungkapkan kekecewaannya atas pembongkaran fasilitas tersebut. Menurutnya, keberadaan bak sampah selama ini sangat membantu menjaga kebersihan lingkungan.

“Bak sampah ini dibangun menggunakan uang pribadi warga dan selama ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tapi justru dibongkar, sementara program pengangkutan sampah dari rumah ke rumah belum efektif. Bahkan ada sampah yang sudah hampir empat bulan belum juga diangkut,” ungkap Abdul Syukur.
Ia menjelaskan, bak sampah tersebut menjadi solusi sementara bagi masyarakat dalam mengelola sampah rumah tangga. Karena itu, menurutnya, pembongkaran seharusnya dilakukan setelah pemerintah memastikan sistem pengangkutan sampah berjalan optimal dan mampu menjangkau seluruh warga secara konsisten.

“Kalau memang sistem baru sudah benar-benar berjalan baik, tentu masyarakat akan mengikuti. Tapi jangan fasilitas lama dihilangkan saat pelayanan pengganti belum maksimal,” ujarnya.
Senada dengan itu, salah seorang warga, Mailo, mengatakan masyarakat pada prinsipnya mendukung setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan pelayanan persampahan. Namun, warga berharap penerapan kebijakan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi riil di lapangan.
“Kami tidak menolak program pemerintah. Kami hanya berharap pembongkaran bak sampah ditunda dulu sampai program pengangkutan sampah dari rumah ke rumah benar-benar terbukti efektif dan berjalan konsisten,” katanya.
Mailo mengungkapkan bahwa hingga kini layanan pengangkutan sampah masih kerap mengalami keterlambatan. Selain itu, armada pengangkut tidak beroperasi pada hari Minggu, sehingga masyarakat khawatir akan terjadi penumpukan sampah apabila fasilitas penampungan yang selama ini digunakan dihilangkan.
Ia juga menyebut warga belum menerima sosialisasi maupun dialog langsung terkait rencana pembongkaran bak sampah tersebut. Informasi yang diterima masyarakat, kata dia, hanya disampaikan melalui pengurus lingkungan tanpa adanya forum musyawarah bersama warga.

“Kami hanya ingin ada masa evaluasi terlebih dahulu. Kalau program baru ini sudah terbukti berjalan baik dan tidak ada lagi kendala di lapangan, tentu masyarakat akan lebih mudah menerima perubahan,” ujarnya.
Warga menilai peningkatan sistem pengelolaan sampah memang penting dilakukan, namun harus disertai pendekatan yang mengedepankan partisipasi masyarakat. Terlebih, fasilitas yang dibongkar merupakan hasil swadaya warga untuk memenuhi kebutuhan lingkungan setempat.
Masyarakat RT 04 RW 02 berharap Pemerintah Kota Kendari dapat mengevaluasi kebijakan tersebut secara menyeluruh dan mempertimbangkan aspirasi warga sebelum membongkar fasilitas yang masih berfungsi.
Warga juga meminta pemerintah mengedepankan dialog dan musyawarah dalam setiap pengambilan keputusan yang berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat. Menurut mereka, keberadaan bak sampah tersebut masih diperlukan sebagai fasilitas pendukung selama masa transisi menuju sistem pengelolaan sampah yang baru.
𝙍𝙚𝙥𝙤𝙧𝙩𝙚𝙧_ 𝙈𝙉𝙍
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚_ 𝙏𝙞𝙚𝙢
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧_ 𝙎𝙞𝙧𝙖
𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗, 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞.
𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞:
𝙏𝙡𝙥. 0821 9604 8905
𝙈𝙞𝙩𝙧𝙖𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙪𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣𝙣𝙚𝙬𝙨@𝙜𝙢𝙖𝙞𝙡.𝙘𝙤𝙢
