WALHI Sultra Desak Penanganan Serius Dugaan Pencemaran DAS Oko-Oko dan Sungai Huko-Huko

Uraiannews.id | Sulawesi Tenggara – WALHI Sulawesi Tenggara mendesak pemerintah segera mengambil tindakan tegas atas dugaan pencemaran di DAS Oko-Oko dan Sungai Huko-Huko yang diduga disebabkan oleh aktivitas industri nikel Indonesia Pomalaa Industry Park (IPIP) dan PT Vale Indonesia Tbk.

Berdasarkan hasil kunjungan lapangan di Desa Pesouha, Pelambua, Totobo, Huko-Huko, dan Lamedai, WALHI menemukan sekitar 700 hektare sawah masyarakat telah terdampak banjir lumpur yang diduga berasal dari aktivitas pembangunan kawasan industri tersebut.
Dari hasil wawancara dengan petani setempat, terjadi penurunan signifikan produksi panen, dari sebelumnya berkisar 7–10 ton per hektare menjadi hanya 4–5 ton per hektare. Kondisi ini berdampak langsung terhadap pendapatan petani serta ketahanan pangan masyarakat di wilayah tersebut.

Selain itu, WALHI juga mencatat adanya penurunan kualitas air sungai, meningkatnya sedimentasi, serta terganggunya sistem irigasi pertanian yang selama ini menjadi penopang aktivitas bercocok tanam warga.

Atas temuan tersebut, WALHI Sulawesi Tenggara mendesak sejumlah pihak untuk segera mengambil langkah konkret, di antaranya:
Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga agar melakukan audit menyeluruh serta pemulihan darurat daerah aliran sungai (DAS).
Kementerian Lingkungan Hidup untuk menindak tegas dugaan pelanggaran lingkungan serta melakukan evaluasi terhadap izin perusahaan terkait.
Dinas Pertanian agar melakukan pemulihan lahan pertanian dan memberikan kompensasi kepada petani yang terdampak.

WALHI menegaskan, langkah cepat dan tegas dari pemerintah sangat diperlukan guna mencegah dampak yang lebih luas terhadap lingkungan dan kehidupan masyarakat
𝙒𝙧𝙞𝙩𝙚𝙧_ Mulyadi
𝙎𝙤𝙪𝙧𝙘𝙚_𝙏𝙞𝙚𝙢
𝙀𝙙𝙞𝙩𝙤𝙧_𝙎𝙞𝙧𝙖
𝙅𝙞𝙠𝙖 𝙖𝙙𝙖 𝙥𝙞𝙝𝙖𝙠 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝙞𝙣𝙜𝙞𝙣 𝙢𝙚𝙢𝙗𝙚𝙧𝙞𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙖𝙠 𝙟𝙖𝙬𝙖𝙗, 𝙨𝙞𝙡𝙖𝙝𝙠𝙖𝙣 𝙝𝙪𝙗𝙪𝙣𝙜𝙞 𝙠𝙤𝙣𝙩𝙖𝙠 𝙧𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞 𝙠𝙖𝙢𝙞.
𝙄𝙣𝙛𝙤𝙧𝙢𝙖𝙨𝙞 𝙍𝙚𝙙𝙖𝙠𝙨𝙞:
𝙏𝙡𝙥. 0821 9604 8905
0823-3797-6939
𝙈𝙞𝙩𝙧𝙖𝙗𝙚𝙧𝙨𝙖𝙢𝙖𝙪𝙧𝙖𝙞𝙖𝙣𝙣𝙚𝙬𝙨@𝙜𝙢𝙖𝙞𝙡.𝙘𝙤𝙢
